PPMPI Luncurkan Buku Kurikulum MPI Berbasis OBE dan Dua Book Chapter Orasi Guru Besar


SITUBONDO — Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia meluncurkan Buku Kurikulum Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan dua buku chapter Orasi Guru Besar MPI dalam rangkaian Temu Tahunan ke-13 PPMPI Indonesia di Utama Raya Beach Hotel & Resort, Situbondo, Rabu malam (22/7/2026).
Peluncuran karya akademik tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam pertemuan nasional bertema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.”
Prosesi peluncuran dilaksanakan pada malam pembukaan dan dirangkai dengan pemotongan tumpeng bersama unsur pimpinan PPMPI, Kementerian Agama RI, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Rektor Universitas Nurul Jadid, serta unsur terkait lainnya.
Kurikulum OBE Perkuat Kompetensi Lulusan MPI
Peluncuran Buku Kurikulum MPI Berbasis OBE menjadi bagian dari upaya PPMPI memperkuat transformasi kurikulum agar lebih responsif terhadap perkembangan pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perubahan teknologi.
Pendekatan OBE menempatkan kompetensi lulusan sebagai orientasi utama. Profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, proses pembelajaran, dan asesmen dirancang sebagai satu kesatuan untuk memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan setelah menyelesaikan studi.
Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi referensi bersama bagi Program Studi MPI dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif, terukur, sekaligus mendukung peningkatan mutu dan rekognisi global.
Dua Buku Himpun Pemikiran 16 Guru Besar MPI
Selain buku kurikulum, PPMPI meluncurkan dua buku Orasi Guru Besar MPI yang menghimpun pemikiran 16 profesor dari berbagai perguruan tinggi.
Buku pertama berjudul “Rekonstruksi Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan Islam di Era Disrupsi Global.” Buku ini memuat kontribusi pemikiran delapan guru besar, yakni Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A.; Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I.; Prof. Dr. Rivai Bolotio, M.Pd.; Prof. Dr. Anis Fauzi, M.S.I.; Prof. Dr. H. Muhammad Syaifuddin, M.Ag.; Prof. Dr. Minnah El Widdah, M.Ag.; Prof. H. Nur Kholis, M.Ed.Admin., Ph.D.; dan Prof. Dr. H. Lukman Asha, M.Pd.I.
Buku kedua berjudul “Transformasi Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan Islam di Era Society 5.0.” Buku ini ditulis Prof. Dr. Muchammad Eka Mahmud, M.Ag.; Prof. Dr. Prim Masrokan Mutohar, M.Pd.; Prof. Dr. Drs. H. Muh. Hizbul Muflihin, M.Pd.; Prof. Samsu, S.Ag., M.Pd.I., Ph.D.; Prof. Dr. Rusmini, S.Ag., M.Pd.I.; Prof. Dr. H. Encep Syarifudin, M.Pd.; Prof. Dr. Hj. Eti Hadiati, M.Pd.; dan Prof. Dr. Murni Yanto, M.Pd.
Kedua buku tersebut menjadi dokumentasi intelektual sekaligus ruang mempertemukan perspektif para guru besar mengenai perubahan kepemimpinan dan tata kelola pendidikan Islam. Buku pertama menempatkan persoalan rekonstruksi kepemimpinan di tengah disrupsi global sebagai perhatian utama, sedangkan buku kedua mengarahkan perhatian pada transformasi kepemimpinan dan manajemen pendidikan Islam menghadapi Society 5.0.

Dari Warisan Pemikiran Menuju Transformasi MPI
Peluncuran tiga karya akademik tersebut memperlihatkan dua fondasi penting dalam pengembangan MPI. Buku Kurikulum MPI Berbasis OBE memberikan pijakan bagi transformasi sistem pendidikan dan kompetensi lulusan, sementara dua Buku Orasi Guru Besar memperkuat tradisi intelektual dan pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.
Agenda ini juga diperkuat dengan sesi Penguatan Kurikulum Berbasis OBE dan Riset Berdampak pada rangkaian hari berikutnya, bersama Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 dan penguatan pengelolaan jurnal bereputasi.
Melalui peluncuran buku tersebut, Temu Tahunan ke-13 PPMPI tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan konsolidasi organisasi, tetapi juga menghasilkan legacy akademik yang dapat diwariskan, dikembangkan, dan menjadi rujukan bagi generasi akademisi MPI berikutnya. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perjalanan MPI menuju rekognisi global perlu ditopang kurikulum yang relevan dengan masa depan, pemikiran akademik yang kuat, serta keberanian melakukan rekonstruksi dan transformasi pendidikan Islam di tengah perubahan zaman.















