ACIEM 2026 Hadirkan Akademisi Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Indonesia Bahas Transformasi MPI

PROBOLINGGOThe 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026 menghadirkan akademisi dari sejumlah negara untuk membahas transformasi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di tengah perkembangan kecerdasan buatan, perubahan paradigma kurikulum, dan tuntutan rekognisi global.

Konferensi yang diselenggarakan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo bersama Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (20/7/2026).

Mengusung tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global,” ACIEM 2026 menjadi ruang perjumpaan akademik lintas negara untuk mendiskusikan arah baru pengembangan keilmuan dan tata kelola pendidikan Islam.

Perspektif dari Empat Negara

Salah satu kekuatan ACIEM tahun ini adalah hadirnya perspektif akademik dari Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Indonesia. Forum pleno menghadirkan Prof. Madya Dr. Rahimah binti Embong dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Malaysia; Moses Adeleke Adeoye, Ph.D. dari Al-Hikmah University Ilorin, Nigeria; Dr. Zohaib Hassan Sain, Ph.D. dari Superior University, Lahore, Pakistan; serta Dr. Mona Novita, M.Pd. dari Universitas Nurul Jadid, Indonesia.

Kehadiran para akademisi dari empat negara tersebut memberikan dimensi internasional yang kuat. Perbedaan latar belakang perguruan tinggi dan ekosistem pendidikan masing-masing negara membuka ruang pertukaran perspektif tentang bagaimana lembaga pendidikan merespons perubahan teknologi, tuntutan mutu, transformasi kurikulum, serta kebutuhan membangun pendidikan yang semakin relevan secara global.

Forum tersebut menjadi penting karena Manajemen Pendidikan Islam kini menghadapi perubahan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak hanya mengubah proses pembelajaran, tetapi juga mulai memengaruhi sistem administrasi, pengambilan keputusan berbasis data, penelitian, pelayanan akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga pola kepemimpinan lembaga pendidikan.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi Islam dituntut tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Institusi pendidikan perlu memiliki kemampuan menentukan bagaimana teknologi digunakan secara bertanggung jawab, efektif, dan tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan serta karakter pendidikan Islam.

Kurikulum OBE dan Riset Berdampak

Tema ACIEM 2026 juga menempatkan Outcome-Based Education (OBE) sebagai isu strategis. Perguruan tinggi semakin dituntut memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang jelas, terukur, relevan, dan mampu menjawab perubahan kebutuhan masyarakat maupun dunia profesional.

Bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, pendekatan OBE membawa konsekuensi berupa transformasi yang lebih menyeluruh. Kurikulum tidak cukup disusun berdasarkan daftar mata kuliah, tetapi perlu dibangun dari profil lulusan dan capaian pembelajaran yang diterjemahkan secara konsisten ke dalam proses pembelajaran, asesmen, pengalaman akademik mahasiswa, hingga evaluasi keberhasilan lulusan.

Selain AI dan OBE, isu riset berdampak menjadi bagian penting arah diskusi. Perguruan tinggi didorong mengembangkan penelitian yang tidak hanya berorientasi publikasi, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan, peningkatan mutu kelembagaan, serta penyelesaian persoalan pendidikan di masyarakat.

Orientasi tersebut semakin penting ketika perguruan tinggi dan program studi berupaya memperoleh rekognisi global. Reputasi akademik tidak cukup dibangun melalui kuantitas publikasi semata, tetapi juga melalui kualitas penelitian, kekuatan jejaring internasional, relevansi kurikulum, inovasi kelembagaan, serta dampak keilmuan yang dapat dirasakan lebih luas.

Jembatan Gagasan Global dan Kebutuhan Lokal

ACIEM 2026 dimulai pukul 09.00 WIB dengan welcoming remarks yang dipandu Mujiburrohman, M.Pd. sebagai Master of Ceremony, dilanjutkan opening ceremony, rangkaian plenary session, dan forum presentasi akademik melalui parallel session.

Penyelenggaraan ACIEM menjadi bagian dari rangkaian akademik Temu Tahunan ke-13 PPMPI Indonesia. Melalui forum internasional tersebut, ACIEM diharapkan menjadi jembatan antara gagasan global dan kebutuhan lokal pendidikan Islam. Pengalaman dan perspektif dari berbagai negara dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat posisi MPI Indonesia sekaligus menemukan peluang pengembangan yang sesuai karakter pendidikan Islam di Tanah Air. Dengan mempertemukan akademisi dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, dan Indonesia, ACIEM ke-8 menegaskan bahwa transformasi Manajemen Pendidikan Islam tidak dapat berjalan secara terisolasi. Tantangan AI, perubahan kurikulum, peningkatan mutu, dan tuntutan riset berdampak merupakan isu bersama yang membutuhkan dialog dan kolaborasi lintas institusi maupun lintas negara.

admin

Sekretaris Umum PPMPI Periode 2025-2029

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *