Prodi MPI Bersiap Hadapi Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, PPMPI Perkuat Budaya Mutu Berkelanjutan

Sekretaris PPMPI Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I. menjadi narasumber Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 dan Dr. Devi Pramitha narasumber Kurikulum OBE pada hari kedua Temu Tahunan ke-13 PPMPI

SITUBONDO — Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia memperkuat kesiapan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menghadapi perkembangan sistem akreditasi melalui Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, Kamis (23/7/2026), di Utama Raya Beach Hotel & Resort, Situbondo.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Temu Tahunan ke-13 PPMPI Indonesia tersebut menghadirkan Sekretaris PPMPI Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I. sebagai narasumber. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pengelola Prodi MPI untuk memahami arah perubahan instrumen akreditasi sekaligus memperkuat tata kelola mutu secara berkelanjutan.

Agenda resmi menempatkan Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 sebagai kegiatan akademik utama pada hari kedua Temu Tahunan, sebelum dilanjutkan sesi penguatan kurikulum berbasis OBE, riset berdampak, dan pengelolaan jurnal bereputasi.

Akreditasi Bukan Sekadar Kelengkapan Dokumen

Perubahan sistem akreditasi menuntut program studi tidak hanya siap dalam aspek administratif. Akreditasi perlu dipahami sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu yang tercermin dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan.

Karena itu, kesiapan menghadapi LAMDIK 3.0 membutuhkan penguatan tata kelola program studi, kurikulum, sumber daya manusia, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, kerja sama, hingga sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Bagi Prodi MPI, perubahan tersebut menjadi momentum menggeser orientasi dari budaya “menyiapkan dokumen ketika akan akreditasi” menuju “membangun mutu sebagai budaya kerja sehari-hari.”

Data dan dokumen tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus menunjukkan proses yang berjalan, capaian yang terukur, evaluasi yang dilakukan secara konsisten, serta tindak lanjut yang menghasilkan peningkatan mutu.

OBE dan Akreditasi Harus Terintegrasi

Kesiapan menghadapi instrumen akreditasi juga berkaitan erat dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menempatkan capaian lulusan sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.

Program studi dituntut memastikan adanya keterhubungan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, metode pembelajaran, asesmen, serta evaluasi ketercapaian kompetensi mahasiswa.

Dengan demikian, kurikulum tidak cukup hanya tersusun baik dalam dokumen. Program studi perlu memiliki bukti bahwa kurikulum benar-benar dilaksanakan, dievaluasi, diperbaiki, dan menghasilkan capaian sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Penguatan tersebut sejalan dengan tema Temu Tahunan ke-13 PPMPI, “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.”

Bangun Budaya Mutu Bersama

Klinik teknis ini juga menjadi ruang bagi pengelola Prodi MPI dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman dan tantangan dalam menghadapi akreditasi.

Melalui jejaring PPMPI, program studi memiliki peluang saling belajar, berbagi praktik baik, memperkuat sistem penjaminan mutu, dan membangun kolaborasi sehingga peningkatan kualitas tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.

Rangkaian penguatan mutu kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel mengenai Penguatan Kurikulum Berbasis OBE dan Riset Berdampak serta Klinik Pengelolaan Jurnal Internasional Bereputasi dan Nasional Terakreditasi. Kombinasi agenda tersebut menunjukkan bahwa mutu Prodi MPI harus dibangun secara terintegrasi antara tata kelola, kurikulum, penelitian, publikasi, dan rekognisi akademik.

Melalui Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, PPMPI mendorong program studi menjadikan akreditasi bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Dengan tata kelola yang kuat, kurikulum yang relevan, capaian yang terukur, dan evaluasi yang konsisten, Prodi MPI diharapkan semakin siap meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat daya saing menuju rekognisi nasional dan global.

admin

Sekretaris Umum PPMPI Periode 2025-2029

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *