Ketua Umum PPMPI Hadiri Launching LAMGAMA, Dorong Penguatan Mutu Program Studi Keagamaan

Jakarta, 9 September 2026 – Ketua Umum Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Indonesia (PPMPI), Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., menghadiri acara Launching Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta pada tanggal 9-10 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan sistem penjaminan mutu dan akreditasi program studi keagamaan di Indonesia.
Acara peluncuran LAMGAMA dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan pendidikan tinggi keagamaan, antara lain para pimpinan Kementerian Agama Republik Indonesia, pimpinan dan perwakilan asosiasi serta perkumpulan program studi dalam lingkup keilmuan agama, pimpinan perguruan tinggi, ketua lembaga penjaminan mutu (LPM), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran LAMGAMA menandai babak baru dalam pengembangan sistem akreditasi program studi keagamaan. Lembaga ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola penjaminan mutu eksternal sekaligus mendorong program studi untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan.
Direktur Eksekutif LAMGAMA, Prof. Dr. Thib Raya, M.A., dalam kesempatan tersebut menegaskan kesiapan LAMGAMA untuk menerima berbagai bentuk pengajuan akreditasi, mulai dari akreditasi pertama, reakreditasi, hingga akreditasi unggul. LAMGAMA akan melayani program studi keagamaan dari berbagai rumpun pendidikan tinggi keagamaan, meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Peluncuran LAMGAMA dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., bersama Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T. Momentum tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga akreditasi, perguruan tinggi, asosiasi keilmuan, dan program studi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang bermutu dan berdaya saing.
PPMPI Sambut Kehadiran LAMGAMA
Sebagai Ketua Umum PPMPI, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap kehadiran LAMGAMA sebagai mitra strategis perguruan tinggi keagamaan dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas program studi keagamaan.
Menurutnya, kehadiran lembaga akreditasi mandiri tidak semata-mata perlu dipahami sebagai instrumen evaluasi dan pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu (quality culture) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Tagline LAMGAMA, “Elevating Quality”, menurut Prof. Sri Rahmi, memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan transformasi pendidikan tinggi keagamaan saat ini. Peningkatan mutu perlu ditempatkan sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan.
“LAMGAMA didirikan sebagai manifestasi dari visi bersama keluarga besar Perguruan Tinggi Keagamaan di Indonesia untuk bahu-membahu, bersinergi, dan serentak berbenah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Upaya tersebut penting untuk melahirkan sumber daya manusia Indonesia bidang keagamaan yang memiliki sikap terpuji, berpengetahuan luas, serta terampil dalam menerapkan nilai-nilai luhur agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai keindonesiaan,” ungkap Prof. Sri Rahmi.
Lebih lanjut, dukungan PPMPI terhadap LAMGAMA merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendorong penguatan mutu akademik dan tata kelola program studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia. Kolaborasi antara asosiasi program studi, perguruan tinggi, lembaga penjaminan mutu, dan lembaga akreditasi diharapkan dapat menciptakan ekosistem pengembangan program studi yang lebih responsif terhadap dinamika keilmuan, kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan global.
Kehadiran LAMGAMA juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi program studi keagamaan untuk melakukan continuous quality improvement, bukan sekadar memenuhi standar administratif akreditasi, tetapi benar-benar mengembangkan kapasitas kelembagaan, kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, produktivitas penelitian, dampak pengabdian kepada masyarakat, serta kualitas lulusan.
Dengan demikian, LAMGAMA diharapkan menjadi salah satu wasilah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing program studi keagamaan pada tingkat nasional maupun global.
Semoga kehadiran LAMGAMA menjadi bagian penting dari ikhtiar kolektif untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Aamiin.















