Napak Tilas PPMPI: Dari Forum Komunikasi hingga Menjadi Asosiasi Program Studi MPI Indonesia
Sejarah lahirnya Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Forum Komunikasi Jurusan Kependidikan Islam (FKJKI). Cikal bakal organisasi ini bermula dari inisiatif para pengelola Jurusan Kependidikan Islam (KI) di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk membangun wadah komunikasi, silaturahmi, dan kerja sama dalam pengembangan program studi.
FKJKI ke-1 Awal Pembentukan FKJKI
Pertemuan pertama Forum Komunikasi Jurusan Kependidikan Islam (FKJKI) diprakarsai oleh Jurusan Kependidikan Islam IAIN Walisongo Semarang pada 28 April 2013. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah Jurusan KI dari berbagai PTKI dan menghasilkan kesepakatan yang dikenal sebagai Deklarasi Walisongo.
Salah satu poin penting Deklarasi Walisongo adalah kesepakatan untuk membentuk sebuah wadah bersama yang diberi nama Forum Komunikasi Jurusan Kependidikan Islam (FKJKI). Penggunaan nama FKJKI pada saat itu didasarkan pada kondisi sebagian besar Jurusan Manajemen Pendidikan Islam yang masih menggunakan nomenklatur Kependidikan Islam (KI). Program studi atau jurusan tersebut telah berkembang sejak izin pembukaannya mulai diberikan pada tahun 1995. Dalam forum tersebut, Dr. Musthofa, M.Ag. (UIN Walisongo Semarang) dipercaya sebagai Ketua Umum FKJKI, sedangkan Dr. Badrudin, M.Ag. (UIN Sunan Gunung Djati Bandung) ditetapkan sebagai Sekretaris Umum FKJKI untuk Periode 2013–2015.
FKJKI/MPI ke-2 Penyatuan KI dan MPI
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan FKJKI dan program kerja yang telah disepakati di Semarang, diselenggarakan Temu Jurusan KI–MPI se-Indonesia dan Semiloka ke-2 pada 23–25 Mei 2014 di Hotel Puri Khatulistiwa, Bandung. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah satu hasil penting pertemuan Bandung adalah kesepakatan untuk mempertemukan Jurusan KI dan Jurusan MPI dalam satu wadah komunikasi. Kesepakatan tersebut melahirkan nama Forum Komunikasi Jurusan Kependidikan Islam/Manajemen Pendidikan Islam (FKJKI/MPI).
Penggabungan ini merupakan respons terhadap perkembangan nomenklatur program studi pada saat itu. Sebagian perguruan tinggi masih menggunakan nama Kependidikan Islam (KI), sementara perguruan tinggi lainnya telah menggunakan nomenklatur Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Dengan demikian, FKJKI/MPI menjadi ruang bersama bagi kedua nomenklatur tersebut untuk membangun komunikasi dan kolaborasi akademik.
FKJMPI ke-3 Transformasi Menjadi FKJMPI
Perubahan nomenklatur dari Kependidikan Islam menjadi Manajemen Pendidikan Islam semakin mendapatkan landasan melalui kebijakan pemerintah. Hal ini antara lain merujuk pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tanggal 19 November 2009 tentang Penetapan dan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama, serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1429 Tahun 2012 tanggal 31 Agustus 2012 tentang Penataan Program Studi di Perguruan Tinggi Agama Islam.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu dasar perubahan nomenklatur Jurusan Kependidikan Islam menjadi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Sejalan dengan perkembangan tersebut, pada Temu Nasional dan Semiloka ke-3 yang diselenggarakan pada 2–4 Juni 2015 di Grand Hotel Jambi, yang diprakarsai oleh Jurusan MPI FITK IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, disepakati perubahan nama forum menjadi Forum Komunikasi Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (FKJMPI).
Perubahan nama tersebut menandai fase penting dalam perjalanan organisasi. FKJMPI tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarprogram studi, tetapi juga diarahkan untuk menjadi forum strategis yang mendorong pengembangan kelembagaan dan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam di lingkungan PTKI, baik negeri maupun swasta.
Dalam forum ke-3 tersebut juga disepakati bahwa FKJMPI menjadi forum utama dan pertama yang akan memelopori lahirnya konsorsium, ikatan, asosiasi, perkumpulan, atau bentuk organisasi lainnya yang berkaitan dengan pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Pada kesempatan tersebut, Dr. Hasyim Asy’ari, M.Ag. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dipercaya sebagai Ketua Umum FKJMPI, sedangkan Dr. Mulyono, M.A. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dipercaya sebagai Sekretaris Umum FKJMPI untuk Periode 2015–2017.
FKJMPI ke-4 Dorong Standardisasi Kurikulum MPI Berbasis KKNI dan SNPT
Forum Komunikasi Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (FKJMPI) ke-4 diselenggarakan pada 29–31 Juli 2016 di UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Mengembangkan Kurikulum MPI Berbasis SNPT Ber-KKNI untuk Menghasilkan Lulusan yang Berdaya Saing Tinggi” dan diselenggarakan melalui kerja sama Forum Komunikasi Jurusan KI/MPI se-PTKIN/PTKIS dengan Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar.
Forum ini menjadi momentum penting bagi para pengelola Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi untuk membangun kesamaan visi dalam pengembangan kurikulum dan meningkatkan mutu pendidikan MPI di Indonesia. Dinamika perkembangan pendidikan tinggi menuntut adanya kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, tetapi juga memiliki standar kompetensi lulusan yang jelas dan terukur. Salah satu hasil penting forum FKJMPI ke-4 adalah kesepakatan untuk mengembangkan dan menerapkan kurikulum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT). Kesepakatan ini diarahkan untuk menjadi rujukan bersama bagi Program Studi MPI di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Penyelarasan kurikulum berbasis KKNI dan SNPT diharapkan dapat memperkuat kesetaraan standar kompetensi lulusan, meningkatkan relevansi pembelajaran, serta memastikan lulusan Program Studi MPI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan dunia pendidikan dan pengelolaan lembaga pendidikan. Melalui forum tersebut, FKJMPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong standardisasi, pengembangan, dan peningkatan mutu kurikulum MPI secara kolaboratif. Kesepakatan ini menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang lebih terarah, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.
FKJMPI ke-5 Perkuat Peran Alumni dan Menjadi Tonggak Legalitas Asosiasi MPI
Forum Komunikasi Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (FKJMPI) ke-5 diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan mengusung tema “Penguatan Peran Mahasiswa dan Alumni Jurusan KI/MPI di Level Nasional dan Internasional.” Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring mahasiswa dan alumni Manajemen Pendidikan Islam sekaligus mendorong peningkatan rekognisi dan kontribusi lulusan MPI di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pemilihan Ketua FKJMPI Periode 2017–2019. Berdasarkan hasil musyawarah, Dr. Sri Rahmi, M.A. (UIN Ar-Raniry Banda Aceh) terpilih sebagai Ketua FKJMPI, menggantikan Dr. Hasyim Asy’ari, M.Ag. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Selain pemilihan ketua, forum FKJMPI ke-5 juga menghasilkan kepengurusan baru untuk memperkuat struktur dan keberlanjutan organisasi. Para peserta menyepakati pentingnya menjadikan FKJMPI tidak hanya sebagai ruang komunikasi
FKJMPI Resmi Bertransformasi Menjadi PPMPI dan Memperoleh Legalitas Organisasi
Pada 15 September 2017, Forum Komunikasi Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (FKJMPI) secara resmi didaftarkan sebagai asosiasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) dengan nama Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI). Pendaftaran tersebut menjadi langkah penting dalam proses penguatan kelembagaan dan legalitas organisasi yang mewadahi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia. PPMPI tercatat secara resmi dengan Nomor AHU-0013504.AH.01.07.TAHUN 2017.
Proses pendaftaran dan pengurusan legalitas organisasi tersebut dikoordinasikan oleh Dr. Mulyono, M.A. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi, karena FKJMPI yang sebelumnya menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antarprogram studi MPI kemudian memiliki bentuk kelembagaan yang lebih formal melalui PPMPI. Dengan diperolehnya legalitas tersebut, PPMPI memiliki landasan kelembagaan yang lebih kuat untuk menjalankan berbagai program pengembangan akademik, membangun jejaring dan kolaborasi antarprogram studi, serta memperjuangkan peningkatan mutu dan pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Legalitas PPMPI pada tahun 2017 selanjutnya menjadi fondasi bagi penguatan organisasi dan penyelenggaraan berbagai agenda akademik, termasuk Rapat Kerja perdana PPMPI dan Temu Tahunan PPMPI yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Rapat Kerja Perdana PPMPI Setelah Memperoleh Legalitas Organisasi
Setelah Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) secara resmi memperoleh legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), pengurus PPMPI menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) perdana pada 6–7 November 2017. Kegiatan tersebut bertempat di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Raker perdana ini menjadi momentum penting dalam membangun fondasi organisasi PPMPI secara lebih sistematis dan profesional. Dalam forum tersebut, pengurus membahas dan menyepakati sejumlah program kerja organisasi, sekaligus melakukan penyempurnaan struktur kepengurusan untuk periode lima tahun, sesuai dengan hasil kesepakatan bersama. Dalam Raker tersebut, Dr. Sri Rahmi, M.A. (UIN Ar-Raniry Aceh) dipercaya sebagai Ketua Umum PPMPI, sedangkan Dr. Zainal Arifin, M.S.I. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) ditetapkan sebagai Sekretaris Umum PPMPI untuk Periode 2017–2021.
Selain membahas program kerja dan kepengurusan, Raker juga menghasilkan kesepakatan penting mengenai penyelenggaraan Temu Tahunan PPMPI ke-6. Berdasarkan hasil musyawarah, kegiatan tersebut disepakati untuk dilaksanakan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rapat Kerja perdana ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan PPMPI, karena menandai dimulainya konsolidasi organisasi setelah memperoleh legalitas secara resmi. Melalui Raker tersebut, PPMPI mulai memperkuat struktur kelembagaan, menyusun agenda kerja, dan membangun arah pengembangan organisasi sebagai wadah kolaborasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Temu Tahunan PPMPI ke-6 dan ACIEM ke-1 Perkuat Mutu dan Daya Saing Program Studi MPI
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-6 diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 24–26 April 2018 bertempat di Hotel Jayakarta Yogyakarta. Temu Tahunan PPMPI ke-6 menjadi momentum penting dalam memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan sinergi antarprogram studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai agenda pengembangan program studi, khususnya dalam menghadapi tuntutan peningkatan mutu dan daya saing pendidikan tinggi.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penyelenggaraan 1st Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) yang untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam rangkaian Temu Tahunan PPMPI. ACIEM pertama mengusung tema “Peningkatan Mutu Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Berdaya Saing”. Konferensi ini menjadi forum akademik untuk mempertemukan gagasan, hasil kajian, dan praktik pengelolaan pendidikan Islam dalam rangka memperkuat mutu dan daya saing Program Studi MPI. Selain ACIEM, kegiatan juga diisi dengan workshop penyamaan persepsi yang membahas sejumlah isu strategis pengembangan Program Studi MPI. Workshop tersebut melibatkan beberapa komisi yang secara khusus membahas bidang-bidang berikut:
- Kurikulum MPI pada jenjang S1, S2, dan S3;
- Pengembangan sumber daya manusia (SDM);
- Mutu dan akreditasi;
- Kerja sama; dan
- Praktik profesi atau magang.
Berbagai agenda tersebut menunjukkan komitmen PPMPI untuk membangun kesamaan visi dan persepsi dalam pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Penyamaan persepsi pada aspek kurikulum, SDM, mutu, akreditasi, kerja sama, dan praktik profesi menjadi fondasi penting bagi penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas lulusan MPI. Temu Tahunan PPMPI ke-6 sekaligus menjadi tonggak penting bagi pengembangan forum akademik PPMPI melalui penyelenggaraan ACIEM untuk pertama kalinya. Forum ini selanjutnya menjadi bagian penting dalam membangun tradisi akademik, publikasi ilmiah, dan kolaborasi keilmuan di bidang Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Temu Tahunan PPMPI ke-7 Perkuat Paradigma Keilmuan dan Mutu Program Studi MPI
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-7 diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Manado, Sulawesi Utara, pada 24–26 April 2019 di Sintesa Peninsula Hotel Manado. Temu Tahunan PPMPI ke-7 menjadi forum penting bagi para pengelola dan akademisi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat silaturahmi, membangun jejaring akademik, serta membahas berbagai agenda strategis dalam pengembangan Program Studi MPI di Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan The 2nd Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) dengan tema “The Scientific Paradigm of Islamic Education Management.” Konferensi ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat landasan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam sekaligus mendiskusikan perkembangan paradigma dan arah pengembangan disiplin MPI. Selain agenda konferensi, Temu Tahunan PPMPI ke-7 membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan peningkatan mutu dan pengembangan kurikulum Program Studi MPI. Salah satu agenda utama adalah pembahasan akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT dengan menggunakan sembilan standar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapan program studi dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi.
Forum ini juga membahas penyamaan persepsi kurikulum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam pada jenjang Magister dan Doktor. Agenda tersebut menjadi langkah penting untuk membangun keselarasan arah pengembangan kurikulum, memperkuat kesinambungan akademik antark jenjang, serta memastikan pengembangan keilmuan MPI berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui Temu Tahunan PPMPI ke-7 dan ACIEM ke-2, PPMPI semakin menegaskan perannya sebagai wadah kolaborasi akademik, penguatan mutu, dan pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Temu Tahunan PPMPI ke-8 dan ACIEM ke-3 Perkuat Kepemimpinan Pendidikan Islam di Era Pandemi
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-8 pada awalnya direncanakan berlangsung pada tahun 2020 dan bertempat di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya. Namun, rencana tersebut harus ditunda akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Setelah mengalami penundaan, Temu Tahunan PPMPI ke-8 akhirnya dapat dilaksanakan pada Selasa–Kamis, 7–9 Desember 2021, bertempat di Best Western Papilio Hotel Surabaya, Jl. A. Yani No. 176–178, Gayungan, Surabaya. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PPMPI untuk kembali memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi, dan kolaborasi akademik setelah menghadapi berbagai keterbatasan selama masa pandemi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan The 3rd Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) dengan tema “Transformasi Kepemimpinan Pendidikan dalam Meneguhkan Islam Moderat.” Tema ini merefleksikan pentingnya kepemimpinan pendidikan yang mampu merespons perubahan dan tantangan zaman sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam moderat dalam penyelenggaraan pendidikan. Selain agenda akademik, Temu Tahunan PPMPI ke-8 juga menjadi momentum pergantian kepengurusan PPMPI untuk Periode 2021–2025. Dalam forum tersebut disepakati susunan kepengurusan baru dengan tetap memberikan kepercayaan kepada jajaran pimpinan utama periode sebelumnya untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Dr. Sri Rahmi, M.A. (UIN Ar-Raniry Aceh) kembali dipercaya sebagai Ketua Umum PPMPI, Dr. Zainal Arifin, M.S.I. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) sebagai Sekretaris Umum, dan Dr. Feiby Ismail, M.Pd. (IAIN Manado)sebagai Bendahara Umum. Keberlanjutan kepemimpinan tersebut mencerminkan kepercayaan anggota terhadap konsistensi dan komitmen pengurus dalam mengembangkan PPMPI sebagai wadah kolaborasi dan penguatan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia. Temu Tahunan PPMPI ke-8 menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi, tidak hanya sebagai ruang konsolidasi pascapandemi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kepemimpinan, jejaring akademik, dan kontribusi PPMPI dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam di tingkat nasional.
Temu Tahunan PPMPI ke-9 Bahas Peran Kepemimpinan dalam Penguatan Mutu Perguruan Tinggi di Era Masyarakat 5.0
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-9 diselenggarakan pada 19–21 Agustus 2022 di Hotel Aruna Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Mataram dengan mengusung tema “Peran Kepemimpinan dalam Penguatan Mutu Perguruan Tinggi di Era Masyarakat 5.0.”
Temu Tahunan PPMPI ke-9 menjadi momentum penting bagi para pengelola dan akademisi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat silaturahmi, membangun jejaring akademik, serta bertukar gagasan mengenai berbagai tantangan dan peluang pengembangan Manajemen Pendidikan Islam di tengah perubahan lingkungan pendidikan tinggi. Tema kepemimpinan menjadi salah satu isu strategis dalam forum ini, khususnya dalam konteks penguatan mutu perguruan tinggi di era Society 5.0. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat menuntut hadirnya kepemimpinan pendidikan yang visioner, adaptif, inovatif, dan mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui forum ini, PPMPI mendorong para pengelola Program Studi Manajemen Pendidikan Islam untuk terus memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola, dan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Kepemimpinan yang kuat diharapkan mampu menjadi penggerak transformasi kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan akademik dan lulusan. Penyelenggaraan Temu Tahunan PPMPI ke-9 di Lombok sekaligus memperkuat komitmen PPMPI untuk membangun kolaborasi dan sinergi antarprogram studi MPI dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di era Masyarakat 5.0 serta mewujudkan program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Temu Tahunan PPMPI ke-10 dan ACIEM ke-5 Perkuat Kolaborasi Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-10 dan The 5th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) diselenggarakan pada 11–13 Mei 2023 di Hotel Claro & Convention, Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Kendari sebagai bagian dari agenda tahunan PPMPI dalam memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan jejaring akademik antarprogram studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Temu Tahunan PPMPI ke-10 menjadi momentum penting bagi para pengelola dan akademisi MPI untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai isu strategis dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pengelolaan program studi dan kualitas lulusan MPI.
Sementara itu, ACIEM ke-5 menjadi wadah akademik bagi para dosen, peneliti, dan praktisi untuk mendiskusikan perkembangan keilmuan dan praktik Manajemen Pendidikan Islam. Melalui konferensi ini, berbagai gagasan dan hasil penelitian dapat dipertukarkan sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah keilmuan serta mendorong inovasi dalam pengelolaan pendidikan Islam. Penyelenggaraan Temu Tahunan PPMPI ke-10 dan ACIEM ke-5 di Kendari menegaskan komitmen PPMPI untuk terus membangun kolaborasi, jejaring akademik, dan pengembangan mutu Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Temu Tahunan PPMPI ke-11 dan ACIEM ke-6 Perkuat Implementasi OBE dalam Pengembangan SDM MPI
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-11 dan The 6th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) diselenggarakan pada 29–31 Oktober 2024 di Emersia Hotel Bandar Lampung. Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dalam Penguatan SDM pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam” ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Raden Intan Lampung.
Temu Tahunan PPMPI ke-11 menjadi forum strategis bagi para pengelola Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat silaturahmi, membangun jejaring akademik, serta berbagi gagasan dan praktik baik dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi Islam. Sementara itu, ACIEM ke-6 menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan berbagai isu aktual dan strategis dalam Manajemen Pendidikan Islam, khususnya mengenai implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam pengembangan kurikulum. Revitalisasi kurikulum berbasis OBE dipandang penting untuk memastikan proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan tantangan perkembangan zaman.
Melalui Temu Tahunan PPMPI ke-11 dan ACIEM ke-6, diharapkan terbangun komitmen bersama di antara pengelola Program Studi MPI untuk terus melakukan inovasi dan penguatan tata kelola akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing lulusan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PPMPI untuk terus mendorong peningkatan mutu, kolaborasi, dan transformasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam agar semakin adaptif terhadap perubahan serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
Temu Tahunan PPMPI ke-12 Perkuat Strategi Inovasi dan Transformasi MPI di Era Digital
Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-12 diselenggarakan pada Rabu–Jumat, 19–21 November 2025, bertempat di salah satu hotel bintang tiga di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Inovasi dan Transformasi Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital.”
Kegiatan Temu Tahunan PPMPI ke-12 dikoordinasikan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan (S1) dan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (S2) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Forum tahunan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola dan akademisi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat silaturahmi, berbagi gagasan, serta merumuskan strategi pengembangan MPI yang inovatif dan responsif terhadap dinamika era digital.
Salah satu agenda penting dalam Temu Tahunan PPMPI ke-12 adalah pemilihan Ketua Umum PPMPI Periode 2025–2029. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan partisipatif dengan melibatkan anggota PPMPI. Berdasarkan hasil pemilihan, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A. kembali dipercaya sebagai Ketua Umum PPMPI Periode 2025–2029 untuk ketiga kalinya.
Kepercayaan tersebut mencerminkan kuatnya dukungan anggota PPMPI terhadap kepemimpinan Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A. sekaligus menjadi amanah untuk terus memperkuat peran organisasi dalam mengembangkan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Dengan kepengurusan baru Periode 2025–2029, PPMPI diharapkan semakin mampu memperluas jejaring kolaborasi, meningkatkan mutu akademik dan tata kelola Program Studi MPI, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan kemaslahatan institusi anggota. Semoga kepengurusan PPMPI Periode 2025–2029 dapat membawa organisasi semakin maju, solid, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemajuan Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
PPMPI Gelar Rapat Kerja Pengurus Periode 2025–2029, Perkuat Sinergi Pengembangan Kompetensi Dosen dan Publikasi Ilmiah
Menindaklanjuti hasil pemilihan kepengurusan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) periode 2025–2029, pengurus baru PPMPI menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu–Jumat, 28–30 Januari 2026 ini bertempat di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengusung tema “Sinergi dalam Pengembangan Kompetensi Dosen dan Publikasi Ilmiah.”
Rapat kerja tersebut menjadi momentum strategis bagi pengurus baru untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja PPMPI selama periode kepengurusan 2025–2029. Selain memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi, kegiatan ini diarahkan untuk merumuskan berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi dosen serta penguatan budaya publikasi ilmiah di lingkungan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.
Dalam Raker tersebut, para pengurus membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penyusunan dan penetapan program kerja organisasi, pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta program pendampingan jurnal menuju indeksasi Scopus oleh Dr. Muhammad Anas Ma’arif, M.Pd (Universitas Abdul Chalim Pacet Mojokerto). Selain itu, dibahas pula seminar pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan artikel ilmiah dengan narasumber Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd. (UIN Sunan Kalijaga) untuk mendiskusikan pemenuhan standar publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Agenda penting lainnya adalah bedah instrumen akreditasi LAMDIK 3.0 dengan narasumber: Dr. St. Syamsudduha, M.Pd. (UIN Alaudin Makasar). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada pengelola program studi mengenai berbagai indikator dan standar akreditasi, sekaligus mendorong peningkatan mutu tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.
Melalui Rapat Kerja ini, PPMPI periode 2025–2029 berkomitmen memperkuat sinergi antarprogram studi, meningkatkan kompetensi akademik dosen, mendorong produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah, serta membangun kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.
Temu Tahunan PPMPI ke-13 Dorong Transformasi MPI Menuju Rekognisi Global
Temu Tahunan PPMPI ke-12 diselenggarakan pada Rabu–Jumat, 22–24 Juli 2026, bertempat di Hotel Utama Raya Beach & Resto, Probolinggo, dengan mengusung tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.”
Kegiatan tahunan ini dikoordinasikan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Temu Tahunan PPMPI menjadi forum strategis bagi para pengelola dan akademisi MPI dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta merumuskan gagasan dan strategi pengembangan keilmuan dan tata kelola pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan global.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM). Konferensi ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan berbagai isu strategis dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam, khususnya terkait integrasi kecerdasan buatan (AI), implementasi kurikulum berbasis OBE, serta pengembangan riset yang berdampak dan berorientasi pada peningkatan rekognisi global.
Melalui Temu Tahunan PPMPI ke-12 dan ACIEM ke-8, PPMPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam agar semakin inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berbasis mutu, serta memiliki daya saing dan rekognisi di tingkat global.
InsyaAllah temu tahunan yang akan datang pada tahun 2027 akan diselenggarakan di Prodi MPI Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda… tunggu kabar selanjutnya















